Setelah Kung Fu Panda 2 , versi dubbing Indonesia untuk Kung Fu Panda 3 (2016) dan serial Kung Fu Panda: The Dragon Knight juga ada, tetapi tidak se-ikonik sekuel kedua. Mengapa?

Kung Fu Panda 2 dubbing Indonesia bukan sekadar produk alih suara. Ia adalah bukti bahwa film animasi asing bisa "dimiliki" oleh budaya lokal tanpa kehilangan esensi ceritanya. Berkat kerja keras Saykoji, Aming, Jaja Mihardja, Nirina Zubir, dan seluruh tim, karakter Po yang semula "Jack Black versi panda" berubah menjadi "Po versi Indonesia"—lebih kocak, lebih lugas, dan lebih dekat dengan keseharian kita.

Kung Fu Panda 2 melanjutkan kisah Po yang kini menjadi Dragon Warrior , harus menghadapi Lord Shen—seekor merak putih yang kejam dengan senjata rahasia. Film ini lebih gelap, emosional, namun tetap mempertahankan komedi ringan. Di sinilah peran dubbing Indonesia menjadi kunci. Meskipun penonton Indonesia bisa menonton versi asli (Inggris) dengan Jack Black, Angelina Jolie, dan Dustin Hoffman, versi dubbing lokal justru berhasil menciptakan persona baru yang tak kalah ikonik.

Professional Indonesian voice actors are tasked with capturing the distinct personalities and emotional depth of the characters, ensuring that critical moments—like Po’s journey to discover his origins—resonate with the local audience. : Voiced by Benny Indrahadi