Meskipun berlatar di rumah susun, film ini punya adegan ikonik tentang perempuan yang sedang datang bulan di tengah suasana mencekam. Suasana mistis dan gang sempit bisa dianalogikan seperti villa-villa sempit di Puncak.
The Indonesian Council of Ulemas (MUI) strongly opposed the film, claiming it contained "pornographic" elements and excessive violence that could damage national morals. Graphic Content: